PLN Dorong Pengelolaan Sampah Organik Hative Besar dengan Pelatihan Eco Enzyme

Ringkasan Berita:
  • PLN mengadakan pelatihan ekonomi enzim di Pulau Hative Besar dengan partisipasi sebanyak 82 peserta dalam pengelolaan limbah organik dari rumah tangga.
  • Program TJSL ini memotivasi partisipasi masyarakat, terutama para ibu rumah tangga, dalam mengelola limbah secara berkelanjutan.
  • Kecamatan Hative Besar menjadi pusat pengembangan berkat bantuan sarana serta pembimbingan dalam mencapai kondisi lingkungan yang bersih dan efisien.

ANTS– Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), melalui program Corporate Social Responsibility dan Environmental Responsibility (CSR-ER) PLN Peduli, menyelenggarakan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme yang dilaksanakan tanggal 22 hingga 23 Juni 2026 di kantor negeri Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon.

Program ini mencerminkan komitmen PT PLN untuk memperkuat partisipasi masyarakat dan menjaga kebersihan lingkungan dengan meningkatkan kemampuan warga dalam mengelola limbah organic di tingkat keluarga serta menumbuhkan sikap hidup yang lebih peduli terhadap alam.

Sebanyak 82 peserta menghadiri pelatihan tersebut, yang meliputi utusan-utusan ibu rumah tangga dari 28 RT di Hative Besar, ketua Pokja PKK, pegawai pemerintahan desa, dan wakil-wakil guru Sekolah Dasar Negeri.

Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menekan jumlah limbah organik yang biasanya terbuang ke TPA.

Manajer Umum PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko menyatakan bahwa pemanfaatan lingkungan berdasarkan masyarakat merupakan salah satu faktor penting untuk menghasilkan perubahan yang bertahan lama.

"PLN terus menggalakkan program yang tidak hanya bermanfaat secara singkat, namun juga menciptakan kemandirian masyarakat di masa depan. Pemanfaatan limbah organik dengan menggunakan eco enzyme adalah bentuk sederhana yang bisa memberikan pengaruh riil terhadap lingkungan, kesehatan, serta peluang ekonomi keluarga," kata Noer.

Acara diisi oleh nara sumber yang aktif dalam bidang eco enzyme, yaitu I Wayan Yuli Ekayani, yang memaparkan topik mulai dari pemahaman tentang konsep eco enzyme, keuntungan serta cara membuat produk turunan seperti sabun cair dan sabun padat menggunakan bahan dasar eco enzyme.

Para peserta turut serta secara aktif dalam proses daur ulang limbah organik menjadi barang yang lebih bernilai.

Di hari pertama, para peserta memperoleh penjelasan tentang konsep serta keuntungan dari eco enzyme dalam mengelola sampah organik di lingkungan rumah tangga.

Hari kedua fokus pada penerapan pembuatan enzim dari buah beserta pengelolaan hasil olahan yang bisa digunakan dalam keperluan sehari-hari serta kesempatan meningkatkan manfaatnya dengan cara yang mudah.

Program ini juga memperkuat peran ibu rumah tangga sebagai pelopor dalam mengelola limbah di lingkup keluarga.

Melalui pendekatan ini, diharapkan adanya perubahan sikap dalam mengelola limbah bisa dimulai dari keluarga sebagai satuan paling dasar masyarakat.

Program ini diharapkan mampu melampaui peningkatan pemahaman peserta, serta menjadi penggerak perubahan sikap di level keluarga dalam mengelola limbah dengan mandiri dan bertanggung jawab.

Dengan melakukan pengolahan eco enzyme, warga diajak untuk menekan ketergantungan pada TPA, menjadikan lingkungan lebih bersih serta sehat, sekaligus memberi kesempatan dalam memanfaatkan sampah organik sebagai barang berharga yang bisa meningkatkan pendapatan keluarga secara mandiri di skala komunitas.

Sebagai komponen pelaksanaan program, RT 003/RW 002 Hative Besar ditunjuk menjadi tempat pilot project pengembangan.

Di kawasan tersebut sudah diberikan 3 buah tempat sampah berukuran 240 liter dan 6 tong pengompos, serta dilakukan pembimbingan kepada 41 kepala keluarga sejak awal bulan Juni tahun 2026.

Di samping itu, sudah dibentuk kelompok pemberdayaan para ibu-ibu serta pemuda yang giat mengelola limbah organik maupun anorganik di wilayah sekitar.

Produk hasil daur ulang limbah akan dipajangkan dalam sebuah pameran pada Juli 2026 sebagai wujud pendidikan dan penghargaan terhadap keterlibatan masyarakat.

Dengan aktivitas ini, PLN berharap bisa meningkatkan kesadaran lingkungan yang bertumpu pada komunitas serta merangsang pembentukan cara mengelola limbah yang semakin mandiri, efisien, dan berkelanjutan di kawasan Hative Besar.(*) Atau: PLN berharap melalui kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan yang bersumber dari kalangan masyarakat serta mendorong lahirnya sistem pengolahan sampah yang lebih otonom, berkembang, dan ramah lingkungan di area Hative Besar.(*) Atau: Kegiatan ini diharapkan oleh PLN dapat membantu membangun kesadaran lingkungan yang berasal dari masyarakat setempat serta mendukung terciptanya metode pengelolaan sampah yang lebih mandiri, hasil maksimal, dan tetap menjaga keberlanjutannya di daerah Hative Besar.(*) Atau: PLN berupaya lewat program ini untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya lingkungan dalam konteks komunitas serta mendorong adopsi praktik pengelolaan sampah yang lebih mandiri, efektif, dan berkelanjutan di wilayah Hative Besar.*()

Post a Comment

Previous Post Next Post