Wardatina Mawa Buka Alasan Pakai Baju Putih Saat Sidang Cerai with Insanul Fahmi

ANTS Pengajuan pemutusan pernikahan antara Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi telah sampai pada tahap terakhir. Wardatina Mawa menyatakan bahwa ia akan datang sendiri menghadapi sidang pengadilan yang segera dilaksanakan. Keikutsertaannya dalam persidangan itu merupakan salah satu tindakan untuk menyelesaikan prosedur yang sudah berlangsung lama.

Ketika dikunjungi di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, hari Minggu (28/6/2026), Mawa menyampaikan bahwa dia sudah bersiap-siap untuk pergi ke Medan. Namun, ia tetap memiliki beberapa tugas yang harus diselesaikan lebih dulu sebelum melakukan perjalanan tersebut.

Mawa menyampaikan bahwa perjalanannya ke Medan bukan hanya bertujuan untuk mengikuti persidangan terkait perceraian. Dia juga merencanakan untuk menjemput anaknya serta seseorang yang dia sebut sebagai mbak agar bisa pulang bersama ke Jakarta.

"Ya, saya akan datang. Saya akan pergi ke Medan dalam waktu dekat, mungkin empat atau lima hari lagi karena masih ada beberapa tugas yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Nanti juga sekaligus mengambil anak saya bersama Mbak untuk kembali ke Jakarta," kata Wardatina Mawa di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Minggu (28/6/2026).

Mawa menyampaikan bahwa sekarang dia tidak lagi mempunyai janji tertentu maupun ekspektasi khusus tentang putusan pengadilan. Bagi dia, hal yang paling dibutuhkannya saat ini ialah kedamaian setelah melalui berbagai kondisi yang sangat menegangkan secara mental dan emosional.

"Sejauh ini tidak ada ya, tidak ada hal yang terlalu signifikan. Hanya saja saya sendiri membutuhkan kedamaian, dan Alhamdulillah segala tantangan-tantangan ini telah mulai berakhir semua," katanya.

Mawa juga menyatakan bahwa ia merasa lebih tenang setelah menyelesaikan persidangan perceraian itu. Ia bahkan mengungkapkan niat untuk memfokuskan diri pada masa depannya.

"Sama sekali lebih damai, dan tentu saja ada banyak hal yang perlu kubayangkan lagi untuk masa depanku. Masa depanku masih panjang, jadi banyak hal yang harus kulakukan dengan usaha semacam ini," kata dia.

Saat membahas sidang putusan, Mawa juga membagikan informasi menarik tentang pakaian yang akan ia pakai ketika menghadiri persidangan mendatang. Ia menyatakan bahwa dirinya bernadzar untuk tampil dalam busana berwarna putih.

Namun, Mawa menyatakan bahwa pemilihan warna itu tidak terkait dengan hal-hal gaib atau kepercayaan tertentu. Baginya, penggunaan warna putih lebih bermakna secara simbolis.

"Ah, mengenakan pakaian pengantin? Ya karena sesuai dengan ceritanya, jadi memiliki akhir yang menyedihkan hingga menyelesaikan kisah. Benar, di bagian akhir. Awal (pernikahan) menggunakan baju berwarna putih dan pada akhirnya pun dia memakai baju yang serupa (dengan warna yang sama). Hanya warnanya saja, sedangkan model bajunya atau gaunnya tentu berbeda, hanya warnanya yang tetap putih," ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa di awal pernikahannya, dia memakai baju berwarna putih sebagai bagian dari momen suci dalam ikatan perkawinan. Oleh karena itu, dia merasa warna yang sama bisa menjadi lambang untuk menutup perjalanan kehidupan rumah tangganya yang kini sudah mencapai akhir tahapan.

Walaupun memakai warna yang serupa, Mawa menyatakan bahwa desain pakaian yang dikenakan pasti berlainan. Hanya elemen warna putih yang tetap dipertahankan.

"Sebenarnya tidak apa-apa, hanya bersifat simbolik saja. Awalnya adalah ikatan perjanjian yang sakral, namun akhirnya berujung seperti ini. Yang jelas, segala sesuatu yang dimulai dengan niat karena Allah, pasti akan selesai dengan niat karena Allah juga," tambahnya. (*)

Post a Comment

Previous Post Next Post