ANTS, JEPARA - Kehidupan dan tinggal di pulau-pulau tidak mengurangi antusiasme Muchammad Dwi Rivaldo dalam membuka bisnis lokal yang memiliki cakupan global. - Meskipun hidupnya berada di tengah kepulauan, semangat Muchammad Dwi Rivaldo untuk menjalankan usaha kecil tetap kuat dan bertujuan internasional. - Tinggal di wilayah kepulauan tidak membuat Muchammad Dwi Rivaldo melupakan hasratnya untuk menciptakan bisnis lokal dengan pengaruh dunia. - Semangat Muchammad Dwi Rivaldo dalam membangun perusahaan setempat terus berkobar meski ia tinggal di daerah pesisir atau kawasan laut.
Seorang pria berusia 23 tahun yang dikenal dengan panggilan Rivaldo adalah penduduk dari Kepulauan Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara.
Ia merupakan seorang pria bersemangat yang mengenyam pendidikan di luar daerah, setelah itu pulang ke desanya untuk mendirikan usaha.
Benar, usaha pengolahan makanan yang dikelola oleh Rivaldo di Karimunjawa saat ini mulai menampakkan hasilnya.
Selain dijual secara lokal, hasil olahan dodol dan camilan steak yang diciptakan oleh Rivaldo telah menembus pasar internasional. Seperti Jepang, Bangladesh, Taiwan, serta Mesir.
Dorula adalah salah satu camilan yang berupa dodol hasil ciptaan Rivaldo.
Nama Dorula dipakai sebagai merek dodol yang berasal dari frasa "dodol rumput laut". Inovasi seorang pemuda Karimunjawa yang menggunakan sumber daya alam berlimpah berupa rumput laut yang berkembang pesat di perairan Karimunjawa.
Alga berkembang dengan baik dan saat ini mulai dipelihara secara luas di pantai utara Laut Jawa.
Kelahiran dodol rumput laut hasil karya Rivaldo butuh proses yang cukup lama.
Penelitian Dorula dilaksanakan sekitar dua tahun, dimulai pada 2023 sampai dengan 2025.
Rivaldo awalnya tidak pernah menduga akan memulai bisnis yang dibangun dari nol di kampung halamannya.
Ia adalah alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Agribisnis yang fokus pada budidaya, penanaman, serta pascapanen pertanian.
Konsep pengolahan pangan berbahan dasar alga mulai tercetus saat ia mengikuti studi di universitas.
Pada masa itu, ia termasuk dalam kalangan mahasiswa yang lulus dalam program wirausaha merdeka milik Kementerian Pendidikan sebagai awal langkah untuk mengembangkan karier sebagai pengusaha muda.
Pada masa itu, dia melakukan penelitian mengenai rumput laut kering air tawar. Bagaimana potensi pengembangan produk tersebut agar dapat diterima oleh pasar. Jika hanya menjual rumput laut segar maupun kering biasa, hal itu tidak cukup, perlu adanya inovasi didalamnya," katanya, Senin (29/6/2026).
Setelah menyelesaikan program wirausaha merdeka, Rivaldo diberi tugas untuk mencari cara mengembangkan bisnis menggunakan potensi dari rumput laut.
Bermacam-macam variasi masakan telah diuji lewat penelitian. Akhirnya, Rivaldo memutuskan untuk mengembangkan hidangan dodol yang berasal dari alga laut.
Dodol menjadi pilihan camilan ringan yang dapat digunakan sebagai cinderamata khas Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara.
Karena letak kediamannya di Pulau Karimunjawa saat ini menjadi tujuan para pelancong lokal maupun asing untuk berkunjung dan melakukan perjalanan liburan.
Setelah melakukan penelitian selama dua tahun, produk dodol dari rumput laut ini akan diluncurkan pada tahun 2025. Awalnya saya berkunjung ke Malang dan membawanya kembali berupa pai susu. Karimunjawa perlu memiliki cinderamata selain hasil olahan ikan seperti destinasi wisata lainnya. Terdapat rumput laut yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar.
Sudah setahun, karya Rivaldo bernama Dorula memperindahi toko oleh-oleh tradisional di Karimunjawa, Jepara, hingga menyebar ke tingkat nasional maupun internasional.
Kemasan Dorula telah melalui perbaikan tiga kali sehingga terlihat semakin menarik.
Pengemasan generasi ketiga akhirnya menarik perhatian konsumen asing lewat promosi digital. Khususnya pesanan datang dari Jepang dan Mesir.
Rivaldo menyediakan desain kemasan yang sederhana, yaitu kemasan mini dengan harga Rp 15.000 serta kemasan biasa seharga Rp 25.000.
Selain mendirikan usaha, Rivaldo memiliki tujuan untuk menjaga dan memperkenalkan pertanian serta kebudayaan Karimunjawa agar lebih dikenal oleh masyarakat umum.
Bisnis produk olahan makanan dianggap sebagai upaya untuk memacu kelanjutan pengembangan budidaya rumput laut di Karimunjawa. Agar aktivitas budidaya rumput laut dapat bertahan dengan bantuan merek-merek olahan makanan.
Dari segi budaya, kemasan produk Dorula turut menyajikan informasi yang mendorong langkah-langkah melestarikan tradisi melalui pendidikan bagi para pengunjung.
Dodol alga hasil karya Rivaldo dibuat menggunakan bahan dasar alga Eucheuma Cottonii, diolah dengan cara yang bersih serta tidak memakai pemanis sintetis. Di dalam kemasannya juga tertulis data bahwa Pulau Karimunjawa dikelilingi oleh 27 pulau kecil.
Selain pesona alamnya, Karimunjawa juga terdiri atas 6 suku bangsa, yaitu Suku Jawa, Suku Bugis, Suku Mandar, Suku Buton, Suku Bajau, serta Suku Madura yang menjadi simbol dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
"Saya ingin mengembangkannya bukan hanya menjadi sebuah usaha produk, tetapi juga berbagai aspek lainnya. Khususnya Karimunjawa yang merupakan pusat pembudidayaan rumput laut di Jepara," kata dia.
Muhammad Dwi Rivaldo adalah salah satu pemuda kreatif dari Karimunjawa yang saat ini sedang mengembangkan usaha dalam bidang pengolahan pangan. Dari
Misalnya dari dodol rumput laut, kini usaha tersebut telah berkembang menjadi berbagai jenis produk olahan seperti steak rumput laut.
Kedua produk itu kini menjadi simbol perkembangan usaha yang dimulai oleh Rivaldo sejak awal. Dimulai dari penelitian, kemudian diterapkan dalam mengembangkan potensi sumber daya alami daerah kelahiran dan pertumbuhan serta perkembangannya di Karimunjawa.
Kini, Rivaldo memperoleh dukungan bagi usaha kecil menengah guna mendorong perkembangan bisnis barunya sehingga dapat masuk ke pasar internasional. Ia dikenal secara nasional serta banyak dicari oleh beberapa negara.
Saya masih membutuhkan saran mengenai mutu barang saya, kemasannya, serta cara membuat produk saya lebih tahan lama dengan menggunakan bahan pengawet alami. Termasuk bagaimana menampilkan keunggulan Jepara di dalam kemasan produk tersebut, katanya. (Sam)
Post a Comment