Ringkasan Berita:
- Chelsea menawarkan dana sebesar 8 juta pound kepada Granit Xhaka, namun Sunderland menolak dan menyatakan bahwa pemain tersebut tidak akan dilepas.
- Xabi Alonso dikabarkan berkeinginan kembali bersatu dengan Xhaka, yang dulu menjadi tulang punggawinya ketika memimpin Bayern Leverkusen meraih gelar Bundesliga.
- Selain mengincar Xhaka, Chelsea juga telah melakukan kontak dengan Rayo Vallecano guna merekrut pemain belakang kanan bernama Pep Chavarria.
ANTS - Chelsea segera bertindak secara agresif dalam bursa transfer musim panas guna membentuk tim yang selaras dengan visi pelatih barunya, Xabi Alonso. Namun, langkah awal The Blues untuk menggaet gelandang berpengalaman Granit Xhaka belum berhasil setelah Sunderland menolak penawaran perdana mereka.
Selain meningkatkan barisan tengah, Chelsea juga sedang merancang strategi untuk membenahi lini belakang. Nama pemain bertahan kiri dari Rayo Vallecano, Pep Chavarria, saat ini muncul di daftar target sebagai alternatif menggantikan Marc Cucurella yang sudah pergi.
Penawaran Chelsea terhadap Granit Xhaka langsung ditolak oleh Sunderland.
Chelsea dilaporkan sudah menawarkan jumlah dana sebesar £8 juta Untuk mendatangkan Granit Xhaka, tetapi Sunderland segera menolak tawaran tersebut dan menyatakan bahwa pemain asal Swiss ini tidak termasuk dalam daftar yang dijual.
Musim lalu, Sunderland menghabiskan anggaran sekitar £13 juta Untuk mendapatkan Xhaka, klub melakukan investasi yang ternyata berhasil, sebab pemain berumur 33 tahun ini menjadi salah satu tokoh kunci yang turut mendorong performa memuaskan The Black Cats sehingga bisa meraih tiket ke ajang Eropa pada musim mendatang.
Pihak manajemen Sunderland diperkirakan tidak berniat menjual kapten lini tengahnya, sekalipun ada penawaran dengan jumlah besar di pasar transfer musim ini.
Xabi Alonso Berkeinginan Bertemu Kembali dengan Granit Xhaka Xabi Alonso Menginginkan Pertemuan Ulang dengan Granit Xhaka Xabi Alonso Mau Bersatu Lagi dengan Granit Xhaka Xabi Alonso Menantikan Kesempatan untuk Berkumpul dengan Granit Xhaka Xabi Alonso Ingin Melanjutkan Kolaborasi dengan Granit Xhaka Xabi Alonso Merindukan Hubungan yang Lebih Erat dengan Granit Xhaka Xabi Alonso Harap Bisa Bergabung Kembali dengan Granit Xhaka Xabi Alonso Tertarik Untuk Kembali Berkerja Sama dengan Granit Xhaka Xabi Alonso Berharap Dapat Beberapa Waktu bersama Granit Xhaka Xabi Alonso Mengidamkan Pergeseran ke Tim yang Jauh lebih Dekat dengan Granit Xhaka
Minat Chelsea terhadap Xhaka tidak datang begitu saja. Xabi Alonso memahami kemampuan pemain tengah eks Arsenal itu secara mendalam karena pernah berkolaborasi bersama di Bayer Leverkusen.
Dibawah pimpinan Alonso, Xhaka tampil sebagai penggerak utama Leverkusen dalam meraih gelar Bundesliga pada musim 2023-2024. Selama berkolaborasi, dia menghasilkan 99 penampilan , menyumbang enam gol dan sembilan assist .
Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa Xhaka sudah menyetujui jika kesempatan untuk kembali bermain bersama Alonso benar-benar terjadi.
Kedekatan mereka tergolong kuat. Pada suatu kesempatan wawancara, Xhaka sempat mengapresiasi sifat kepemimpinan Alonso. Atau: Mereka memiliki hubungan yang sangat dekat. Di dalam sebuah sesi wawancara, Xhaka pernah menyampaikan pujian terhadap kemampuan kepemimpinan Alonso. Atau: Tidak diragukan lagi, hubungan antara keduanya cukup erat. Saat diwawancarai, Xhaka memberikan apresiasi atas sikap kepemimpinan Alonso.
Ia mempunyai daya tarik dan kepribadian yang sangat istimewa. Saat berbicara di kamar ganti, seluruh pemain mendengarkannya karena setiap ucapan yang dia sampaikan sungguh-sungguh dari hati. Ia tidak menghiraukan nama-nama besar para pemain, tapi bagaimana mereka menunjukkan kemampuan mereka di lapangan.
Di sisi lain, Alonso pernah memberikan sanjungan terhadap Xhaka.
Berdasarkan pendapat pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut, Xhaka adalah seorang pemimpin yang lahir secara alami di lapangan, yang senantiasa menginginkan perkembangan dirinya sendiri serta dinilai memiliki kemampuan besar untuk menjadi seorang pelatih setelah gantung sepatu.
Salah satu faktor mengapa Chelsea tertarik mendatangkan Xhaka ialah ketidaktentuan tentang masa depan Enzo Fernandez yang selalu dikaitkan dengan kemungkinan pindah ke Real Madrid.
Jika transfer itu benar-benar berlangsung, Chelsea memerlukan seorang pemain tengah yang dapat mengatur ritme pertandingan serta menyebarkan bola dengan kualitas tinggi.
Kekuatan utama Xhaka berada di ketepatannya dalam memberikan umpan. Kemampuannya untuk menyebarkan bola dari area pertahanan dianggap sangat sesuai bila dikombinasikan dengan Moises Caicedo dan membantu pemain depan seperti Joao Pedro. Selain itu, keakuratan umpan Xhaka menjadi salah satu aspek paling menonjol yang memudahkan konektivitas tim bersama Caicedo serta meningkatkan efektifitas serangan melalui Pedro. Yang membuat Xhaka unggul adalah presisi operannya. Keterampilannya mengirim bola dari lini tengah dirasa ideal saat bekerja sama dengan Caicedo dan mendorong permainan ofensif via Pedro.
Selain aspek tekniknya, pengalaman serta semangat seorang juara yang dimiliki Xhaka dinilai bisa memberikan keseimbangan pada tim Chelsea yang selama beberapa musim belakangan ini dipenuhi oleh pemain-pemain muda.
Sepanjang masa kepemilikan oleh BlueCo, Chelsea terkenal dalam mendatangkan pemain muda dengan biaya yang sangat tinggi. Namun demikian, hasilnya masih belum sepenuhnya mengecewakan mengingat beberapa pemain belum bisa tampil sesuai harapan.
Datangnya Xabi Alonso terlihat menghadirkan gaya pelatihan yang berbeda. Pelatih asal Spanyol ini diperkirakan ingin memperkuat tim dengan pemain-pemain berpengalaman yang mampu memberi pengaruh langsung.
Walaupun Xhaka telah berusia 33 tahun, kedatangannya dianggap dapat memperkuat semangat tim, kemampuan kepemimpinan, serta menjalankan peran sebagai pembimbing untuk pemain-pemain muda Chelsea.
Chelsea juga membidik bek dari Rayo Vallecano, Pep Chavarria
Selain mengarahkan perhatian pada pemain tengah, Chelsea juga mulai memperkuat posisi bek kanan.
Nama Pep Chavarria Dari Rayo Vallecano saat ini menjadi sasaran yang baru. Laporan mengungkapkan telah terjadi komunikasi awal antara dua klub guna mendiskusikan potensi perekrutan.
Pemain bertahan berusia 28 tahun ini belumlah pernah bergabung dengan skuad nasional Spanyol yang utama, namun penampilannya di La Liga tergolong stabil.
Selama karier nya di divisi teratas sepak bola Spanyol, Chavarria telah mengumpulkan lebih dari 100 penampilan memberikan dua gol serta enam umpan yang menghasilkan peluang emas melalui beberapa posisi di lini belakang sebelah kiri.
Pada musim sebelumnya, dia juga merupakan salah satu pemain penting ketika Rayo Vallecano mencapai babak final Liga Konferensi Eropa UEFA.
Perjanjian Chavarria dengan Rayo Vallecano akan berlangsung sampai tahun 2030, jadi Chelsea perlu melakukan negosiasi jika ingin mengontraknya.
Namun demikian, pemain belakang dilaporkan memiliki klausa pembatalan sekitar £21 juta nomor yang tetap dianggap masuk akal oleh The Blues.
Chelsea tetap mengawasi pergerakan transfer Marco Palombara dari Atalanta. Oleh karena itu, keputusan terakhir tentang perekrutan Chavarria mungkin dipengaruhi oleh aktivitas transfer lainnya, termasuk nasib Malo Gusto.
Tolak menolak Sunderland terhadap penawaran awal untuk Granit Xhaka sepertinya tidak membuat langkah Chelsea dalam memperkuat tim berhenti.
Xabi Alonso bertekad menciptakan sebuah tim yang lebih tangguh melalui kombinasi antara para pemain muda potensial dan figur pengalaman. Pada waktu yang sama, Chelsea tetap aktif dalam pencarian bek sayap baru untuk meningkatkan kedalamannya sebelum menghadapi musim yang penuh tantangan.
Banyak tujuan yang masih dalam pengawasan, The Blues diharapkan tetap menjadi salah satu klub paling dinamis hingga akhir masa transfer musim panas ini.
(TribunLombok/ Irsan Yamananda/ Sportskeeda/ Sportsmole)
Post a Comment