Rindu Kuliner Kampung? Oleh-Oleh Pontianak Langsung Ke Rumah!

ANTS - Keunikan kuliner Kota Pontianak senantiasa menempati posisi istimewa dalam hati penggemar makanan tradisional nusantara. - Warisan rasa khas Pontianak tak pernah gagal memikat para penikmat masakan lokal. - Kuliner yang ada di Pontianak selalu menjadi favorit bagi pecinta hidangan nusantara. - Setiap jajanan dari Pontianak memiliki daya tarik khusus yang membuatnya spesial bagi penganut cita rasa daerah.

Dimulai dari lembutnya kue lapis sampai gurihnya choi pan, hidangan tradisional yang berasal dari Bumi Khatulistiwa semakin diminati, termasuk oleh penduduk di luar Pulau Kalimantan.

Peristiwa ini menggerakkan pengusaha UMKM kuliner lokal untuk berpikir keras agar produk mereka tetap terjaga kesegarannya saat disajikan di meja makan konsumen dari berbagai daerah.

Disinilah fungsi utama keakuratan penyebaran mulai memainkan perannya dalam kisah kesuksesan mereka.

Melihat potensi yang sangat besar ini, Lion Parcel berperan sebagai penghubung jarak antara dapur para perajin makanan khas Pontianak dengan para pecinta masakan mereka di berbagai penjuru tanah air.

Dengan sistem logistik yang terpadu, inti dari setiap sajian makanan tradisional tetap bisa dirasakan tanpa mengurangi segarnya.

Kenny Kwanto, Chief Marketing Officer Lion Parcel, menyampaikan bahwa perusahaan siap memberikan dukungan penuh kepada para pengusaha lokal dalam memperluas jangkauan pasarnya dengan menggunakan layanan logistik yang handal dan dapat diandalkan.

"Kota Pontianak merupakan contoh bagaimana produk lokal bisa menyebar lebih jauh jika didukung oleh sistem pendistribusian yang efektif. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pengantaran makanan yang bersifat sangat waktu, Lion Parcel meluncurkan layanan BOSSPACK dengan perkiraan pengiriman dalam satu hari untuk jalur Pontianak-Jakarta dan biaya dimulai dari Rp25.000 per kg," kata Kenny.

Kepraktisan ini semakin terasa berkat kehadiran fitur Kulioner di dalam aplikasi Lion Parcel.

Fitur istimewa ini mengumpulkan berbagai jenis camilan legendaris Pontianak—misalnya bingke, lempok durian, dan hekeng—sehingga bisa dipesan secara langsung oleh warga dari berbagai kota, kemudian dikirim ke alamat yang dituju dengan cara pengiriman yang terjamin aman.

Untuk Djohan Halim, pemilik toko kue ikonik Le Gita Cakes yang sudah menjadi bagian dari industri kuliner Pontianak sejak tahun 1972, kehadiran tepat pada waktunya merupakan hal terpenting.

Mempertahankan reputasi yang terbentuk sejak lebih dari lima puluh tahun lalu menuntut adanya kehati-hatian tinggi dalam memilih mitra pengantaran, sehingga tekstur dan cita rasa kue lapis hasil produksinya tetap sama ketika sampai kepada pelanggan.

Sebagai salah satu jenis makanan, kue lapis perlu diperlakukan secara khusus serta dikirim dalam kondisi terbaik. Oleh sebab itu, penting bagi kami untuk memilih mitra logistik yang dapat diandalkan agar barang tiba dengan selamat dan kepuasan konsumen terjaga. Djohan telah menggunakan Lion Parcel dalam periode yang cukup panjang karena proses pengirimannya cepat dan aman. Hal yang paling ia hargai ialah tim mereka yang tanggap, sehingga kerja sama antara kedua belah pihak berjalan lancar demi memberikan layanan optimal kepada pelanggan serta meningkatkan perkembangan usaha.

Berbeda dengan cerita La Gramma, perusahaan pembuat kue lapis serta kue kering modern yang sering menerima pesanan dalam jumlah besar menjelang momen-momen penting seperti Tahun Baru Imlek maupun Lebaran. Pengaturan jadwal produksi yang ketat mendapat dukungan dari kemampuan operasional logistik yang baik.

Lion Parcel memberikan bantuan yang besar, khususnya melalui layanan pengambilan barang gratis yang dijadwalkan setiap harinya. Dengan demikian, tim kami dapat lebih berkonsentrasi pada proses produksi serta pelayanan kepada pelanggan. Selain itu, saat jumlah kiriman meningkat dan menghadapi hambatan tertentu, Lion Parcel selalu cepat merespons untuk menemukan penyelesaian agar aktivitas pengiriman tetap berlangsung lancar,” kata Rahmi Puspita Sari, Kepala Administrasi La Gramma.

Toko-toko souvenir lokal seperti Alfa Lim juga mengalami peluang pasar baru. Tingkat perpindahan penduduk Pontianak yang bekerja di ibu kota membuka kesempatan khusus dalam bentuk pengiriman cinderamata berbasis keluarga atau pemesanan dari jarak jauh.

"Saat ini banyak pelanggan yang memesan langsung kemudian dikirim keluar kota, maupun masyarakat setempat yang telah bekerja di tempat lain dan menghubungi saya untuk membeli produk. Sampai saat ini, pengiriman terbanyak tetap menuju Jakarta. Saya selalu menggunakan Lion Parcel, karena tidak hanya layanannya bagus, tapi juga sudah cukup dekat dengan tim mereka karena menjadi pelanggan sejak dahulu. Jika ada pesanan, cukup hubungi saja. Mereka akan datang menjemput," ujar Lim Mui Hong, pemiliki toko Alfa Lim.

Sejalan dengan Lim, Pondi sebagai pemiliki pusat oleh-oleh Along juga menyadari bahwa bisnisnya sekarang tidak hanya bergantung pada para pengunjung yang datang langsung ke toko konvensional.

"Secara umum menggunakan layanan Lion Parcel terjamin keamanannya, harganya bersaing serta pengirimannya sesuai jadwal," katanya.

Akhirnya, kolaborasi antara citarasa tradisional wilayah dan kehandalan sistem distribusi ternyata berhasil memacu pertumbuhan perekonomian kreatif setempat.

Selain hanya mengantarkan paket, kredibilitas ini berperan sebagai jembatan kerinduan sekaligus perluasan wewenang dalam menyebarkan kekayaan kuliner Pontianak agar semakin berkembang dan diketahui banyak orang.

(*)

Post a Comment

Previous Post Next Post