Ombak Tinggi 4 Meter di Bali, BPBD Gianyar Minta Nelayan Berhenti Beraktivitas di Laut

ANTS, GIANYAR - Cuaca buruk dengan ombak besar di perairan selatan Pulau Bali menyebabkan kegiatan berlayar, terutama untuk nelayan dan pencari ikan, harus ditunda sementara.

Angin laut yang sangat kuat mengakibatkan gelombang air meningkat serta bisa menimbulkan ancaman terhadap keselamatan penduduk yang melakukan kegiatan di tengah perairan.

Dinas Pencegahan dan Pengurangan Bencana Kabupaten Gianyar menyerukan kepada para pemanjat agar sesekali istirahat serta tidak memaksakan diri dalam mencari ikan sampai situasi iklim kembali stabil.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, menyampaikan pada hari Senin tanggal 29 Juni 2026 bahwa menurut prediksi dari Balai Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, gelombang besar masih kemungkinan muncul di perairan selatan Pulau Bali mulai tanggal 29 juni sampai dengan 2 juli tahun 2026.

"Prediksi tinggi gelombang di perairan selatan Bali, termasuk kawasan pesisir kabupaten Gianyar, berkisar antara 2,5 meter hingga 4 meter," katanya.

Berdasarkan pendapat Dibya, situasi ini memiliki tingkat risiko yang signifikan bagi warga yang ingin menjalankan kegiatan di laut, khususnya para nelayan dan pencari ikan yang menggunakan perahu mini.

"Menghadapi prediksi BMKG serta situasi yang terjadi di lapangan, kami menyarankan untuk sementara waktu agar tidak melakukan ikan di tengah laut. Harap tunggu hingga kondisi cuaca dan gelombang kembali stabil," ujarnya.

Koordinator Balawista BPBD Gianyar, I Wayan Hermanto, juga menilai situasi gelombang laut saat ini sangat memprihatinkan.

Di wilayah Pantai Lebih, Desa Lebih, Gianyar, percikan air laut yang disebabkan oleh benturan gelombang sudah sampai ke area tempat parkir.

Mereka memperingatkan warga untuk tidak melaksanakan kegiatan di laut, baik dalam perjalanan menangkap ikan maupun bermain air.

"Cuaca gelombang saat ini tinggi serta membahayakan. Kami mengimbau warga untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di perairan Kabupaten Gianyar," ujarnya.

Seorang nelayan, I Kadek Agus Arimbawa, yang terbiasa melaut ke tengah laut menyatakan bahwa ia telah mengetahui situasi itu.

Dia menganggap ombak yang tinggi menjadikan kegiatan memancing di tengah laut sangat berbahaya.

Dia juga memperingatkan rekannya sesama nelayan untuk sementara waktu tidak pergi berlayar.

"Bisa saja keadaan ini terjadi selama seminggu. Sebaiknya sementara hindari menangkap ikan karena bahaya ada di tengah laut, begitu pun di pantai. Gelombang yang besar menyebabkan ikan masuk lebih dalam," katanya.

Menurut Agus, keadaan semacam ini adalah bagian dari siklus tahunan yang umum berlangsung.

Pemancing umumnya menggunakan waktu itu untuk merawat peralatan dan menyiapkan alat penangkap ikan.

"Waktu telah tiba untuk memperbaiki atau menyiapkan peralatan mancing, mengingat saat ini masih tidak mungkin melakukan ikan di laut," tutupnya. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Post a Comment

Previous Post Next Post