ANTS Kasus kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Wilayah Permukiman (PRKP) pemerintah kabupaten Bangkalan mulai mengarah pada penjelasan yang lebih jelas.
Ciri-ciri pria yang berada di sekitar korban akhirnya mulai diketahui, si pelakunya?
Pada hari Rabu tanggal 24 Juni 2026, seorang wanita ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraan dinas yang berada di area parkir Bandara Juanda Sidoarjo, Jawa Timur.
Wanita dengan nama lengkap Ruly Yunis Setiawati (50 tahun) menjabat sebagai Kepala Bagian Dinas Perumahan Rakyat dan Wilayah Permukiman (PRKP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
Jenazah korban ditemukan tewas di dalam kendaraan Toyota Innova dengan plat nomor M 1090 GP, yaitu mobil dinas milik PRKP Pemerintahan Kabupaten Bangkalan.
Jenazah dalam kondisi membusuk dan kemungkinan sudah meninggal antara 2 hingga 3 hari sebelum diketemukan.
Di dalam rekaman kamera pengawasan tampak kendaraan dinas Toyota Innova dengan plat nomor M 1090 GP memasuki area parkiran Bandara Juanda pada hari Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Sekarang ini beredar secara viral beberapa foto yang menunjukkan kemesraan korban bersama seseorang laki-laki berpakaian gelap.
Pada gambar itu tercantum tanggal Jumat (19/6/2026) beserta tempatnya yaitu Alun-alun Kota Batu, Jawa Timur.
Kedua orang tersebut tampak sedang berwisata di sebuah restoran dan taman.
Gambar-gambar yang diunggah oleh akun TikTok Ruly memberikan indikasi signifikan mengenai kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Wilayah Permukiman (PRKP) dari pemerintah kabupaten Bangkalan itu.
Pemegang kuasa hukum korban, Risang Bima Wijaya, menyebut bahwa ciri-ciri serta pakaian pengemudi sesuai dengan laki-laki yang sedang berlibur bersama korban ke Kota Batu.
Menurut pandangan saya sendiri, saya sesuai. Terdapat kecocokan dalam hal rambut, kacamata, luas dahi, dan kaus.
"Yang paling menonjol adalah adanya tanda kuning di pegangan kacamata, terlebih baju yang paling sesuai," katanya, Minggu (28/6/2026), dilaporkan dari TribunJatim.com.
Dia menerima kumpulan foto dari sesama jurnalis yang mengikuti akun TikTok korban.
"Handphone korban berada di tangan penyidik, benar itu merupakan milik korban. Selanjutnya tertera di sana merek Oppo A9, memang handphone korban, yang diunggah pada tanggal 19 Juni 2026," tambahnya.
Mereka masih belum mampu menentukan siapa pelaku pembunuhan lantaran wewenang penyidik.
"Saya sendiri merasa kaus ini pas, tetapi saya tidak dapat menyebut laki-laki tersebut sebagai pelakunya sebelum dia ditangkap dan mengakui bahwa dirinya adalah pelaku serta alasan motivanya," tegasnya.
Dikira Tewas di Luar Bandara
Seseorang korban yang berdomisili di Perum Lavender, Desa Mlajah, Bangkalan terakhir kali meninggalkan rumahnya pada hari Kamis (18/6/2026), kira-kira jam 10.00 WIB.
Ruly pernah diketahui berada di Kota Batu dan Kabupaten Malang sebelum akhirnya ditemukan meninggal.
Dia mengira Ruly sudah meninggal sebelum kendaraan tersebut ditempatkan di Bandara Juanda.
Kami curiga insiden hilangnya jiwa terjadi di luar area bandara. Kami tak menginginkan tindakan yang dilakukan oleh petugas polisi didahului lebih dahulu.
"Kami menduga, ketika memasuki bandara, korban telah meninggal. Saat masuk ke bandara, orang yang mengemudi bukanlah korban, tetapi seorang pria berkaoskaki dan memakai kaca mata," katanya.
Ia mengatakan bahwa korban terakhir kali berbicara dengan anggota keluarganya pada hari Jumat (19 Agustus 2026) malam.
Risang Bima Wijaya menyampaikan bahwa anggota keluarga mendapatkan informasi tentang temuan mayat melalui media sosial.
Kami beserta anggota keluarga menerima kabar melalui media sosial sekitar jam 11.30 WIB, terdapat kendaraan dinas yang sering digunakan oleh korban ditemukan di Bandara Juanda dengan kondisi berlumuran darah.
"Kami menelepon Polres Sidoarjo, Polsek Sedati guna memverifikasi informasi tersebut, dan ternyata di lokasi kejadian telah tiba tim Inafis," katanya, Jumat (25/6/2026).
Atasan Korban: Almarhumah biasanya tidak menggunakan kendaraan dinas
Kepala Dinas (Kadis) PRKP Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Roniyun Hamid menyampaikan bahwa kendaraan dinas itu kini menjadi alat bukti dan sedang disimpan oleh Polsek Sedati, Polres Sidoarjo.
Mobil dinas saat ini masih tersimpan di Juanda sebagai barang bukti. Setelah mendapatkan informasi dari aparat kepolisian, kami akan melakukan komunikasi untuk mengambil kendaraan tersebut," katanya, dilaporkan oleh TribunJatim.com.
Informasi terbaru muncul ketika Roniyun mengungkapkan bahwa korban sepanjang masa jabatannya sebagai sekretaris tidak sering memanfaatkan kendaraan dinas itu.
Para korban lebih sering memakai kendaraan pribadi karena lebih praktis.
Maka saat hari Selasa lalu menerima informasi pertama mengenai plat nomor M 1090 GP, saya masih meragukan diri karena tidak menghafalkannya dan menanyakan kepada sejumlah staf.
"Namun memang itu kendaraan dinas untuk sekretaris, almarhumah tidak pernah menggunakannya karena body Innova terlalu besar, Ibu Ruly umumnya menggunakan mobil Brio berwarna hitam," kata Roniyun.
Diketahui bahwa korban pergi dari rumahnya pada hari Jumat (18/6/2026), sedangkan kendaraan dinas tersebut terlihat masuk ke area parkiran Bandara Juanda pada hari Minggu (20/6/2026) pukul 16.00 WIB.
Tokoh Tak Terduga Muncul dari dalam Kendaraan Wajah Asing Berdiri di Luar Mobil Individu Tidak Dikenal Keluar dari Mobil Orang yang tidak dikenali kelihatan dari dalam mobil Figur Rahasia Mengemudi Keluar dari kendaraannya
Setelah kendaraan itu diparkir, muncul seorang pria asing yang menarik perhatian dari dalam mobil berwarna hitam tersebut.
Laki-laki yang mengenakan masker itu terekam kamera pengawas saat memasuki area parkir Bandara Juanda pada hari Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Risang Bima Wijaya, pengacara dari keluarga korban menyebutkan bahwa ciri-ciri laki-laki itu adalah berkulit putih serta menggunakan kaca mata.
Rambut laki-laki itu jarang dan terawat dengan baik, sementara ia memakai jam tangan di tangannya yang sebelah kiri.
Menurut sumber Surya.co.id, orang itu turun dari mobil di kursi pengemudi dan beralih ke kendaraan lainnya.
"Pria tersebut beralih ke kendaraan lain, yaitu angkutan umum. Arah tujuan laki-laki itu kini sedang dalam penyelidikan. Semoga kasus ini segera terpecahkan," ujar Risang.
Dia juga menyampaikan bahwa anggota keluarga tidak mengenali identitas pria bermasker itu.
Sebenarnya, meskipun wajahnya tertutup masker tetap terlihat,
"Tetapi, keluarga tidak tahu apa-apa tentang perbuatan pria dalam rekaman CCTV, bahkan tidak mengenali dia," ujar Risang.
Pengikut Terputus Hubungan dengan Keluarga Sejak Pagi Hari Sabtu
Masih dari Surya.co.id, anggota keluarga tetap berkomunikasi dengan korban sampai pagi hari pada Sabtu.
Risang menceritakan bahwa pada hari Jumat (20/6/2026) malam, korban masih menjalani panggilan video bersama saudaranya.
Kemudian di hari Sabtu pagi, korban masih berkesempatan mengirimkan pesan kepada suaminya.
"Kontak hilang sejak hari Sabtu siang, sedangkan pada pagi hari Sabtu masih bisa berhubungan dengan suaminya," katanya.
Kemudian pada hari Rabu siang, Ruly ditemukan telah meninggal dunia di dalam kendaraan dinas Toyota Innova dengan plat nomor M 1090 GP.
Ketika ditemukan, keadaan jasad korban telah membusuk.
Risang menyampaikan bahwa mereka juga mengajukan permohonan agar jenazah korban diotopsi lantaran terdapat beberapa hal mencurigakan yang harus diteliti lebih lanjut.
Pemegang kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, menyebutkan adanya luka sobek di daerah pangkal telinga sebelah kiri akibat benturan benda tumpul, perluasan saluran darah pada membran mukosa kelopak mata serta kehitaman pada kulit dalam mulut bagian atas dan bawah.
Umum terjadi dalam kasus kematian akibat tenggelam. Terdapat juga bekas berwarna merah kehitaman saat dilakukan pemeriksaan pada lidah, epiglotosis, serta saluran pernapasan utama, hal ini biasanya ditemui pada kondisi tenggelam atau sebagai hasil dari asfiksia," katanya, Jumat, dikutip dari TribunJatim.com.
Mereka masih menantikan hasil otopsi lengkap guna memperjelas penyebab kematian korban.
Hasil autopsi lengkap masih dalam proses penantian mengingat tes toksikologi dari laboratorium Surabaya belum selesai agar dapat menentukan penyebab kematiannya dengan jelas. Kami berharap bisa meraih kesimpulan tentang penyebab kematian, bukan sekadar informasi umum bahwa seseorang telah meninggal." katanya.
Pemeriksaan fisik juga memperlihatkan bahwa korban tidak sedang dalam kondisi hamil serta mengalami tindakan pemaksaan seksual.
"Sampai ada hasil otopsi lengkap, saya belum dapat menarik kesimpulan. Namun, temuan pada pemeriksaan luar mengungkap bahwa korban meninggal karena tenggelam akibat berbagai faktor, mungkin ditekan, terdapat cedera dari benda tajam yang diduga dipukul dengan tangan sehingga anting di telinga sebelah kiri hilang," ujarnya.
Beberapa artikel sudah dimuat di TribunJatim.com berjudul Fakta Terbaru Mengenai Kematian Ruly yang merupakan Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan, terdapat luka pada telinga kiri serta perhiasan hilang. Ruly Petugas dari Kabupaten Bangkalan Yang Meninggal Di Bandar Udara Juanda Ternyata Jarang Menggunakan Kendaraan Dinas Saat Bertugas dan Kematian Mencurigakan Pegawai Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Keluarga Korban Percaya Kepolisian Memiliki Informasi Pelaku Meninggalnya Tidak Alami Pejabat Pemda Bangkalan, Keluarga Korban Optimis Petugas Mengetahui Identitas Terduga Pelakunya Peristiwa Kematiannya yang Aneh dari Seorang Pejabat di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bangkalan, Keluarga Berkeyakinan bahwa Penyidik Sudah Mengantongi Bukti Pelaku Tewas Tanpa Jelasnya Seseorang Yang Bertanggung Jawab atas Perusahaan Daerah Bangkalan, Keluarga Merasa Pastikan Bahwa Polisi Telah Mendapatkan Data Orang Bersalah Kejadian Kematian yang Tidak Biasa pada Anggota Instansi Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Keluarga Korban Yakin Aparat Keamanan Sudah Memperoleh Buku Rekening Pelaku
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJatim.com/Ahmad/Taufik) (Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJatim.com/Surya.co.id, Ahmad Faisol)
Post a Comment