Harga Cabai dan Telur Turun Akhir Juni 2026, Bukan Dampak Libur MBG

ANTS.CO.ID - JAKARTA. Perubahan harga beberapa jenis makanan di pasar tradisional terjadi secara tidak merata menjelang akhir bulan Juni tahun 2026.

Beberapa jenis barang seperti paprika dan telur ayam menunjukkan penurunan harganya, sedangkan bawang merah serta gula pasir domestik tetap tercatat naik.

Menurut data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dioperasikan oleh Bank Indonesia pada hari Senin (29/6), harga cabai rawit merah mengalami penurunan sebesar 3,99% menjadi Rp 69.750 per kilogram (kg). Sementara itu, cabai rawit hijau turun 3,62% ke level Rp 51.900 per kg, cabai merah keriting berkurang 2,28% menjadi Rp 53.500 per kg, dan cabai merah besar menurun 3,14% menjadi Rp 53.100 per kg.

Dalam kelompok protein, harga telur ayam segar mengalami penurunan sebesar 0,67% menjadi Rp 29.750 per kilogram. Sedangkan harganya daging ayam segar sedikit meningkat menjadi Rp 37.200 per kilogram.

Di pihak lain, harga bawang merah mengalami kenaikan sebesar 3,14% menjadi Rp 50.950 per kilogram sedangkan harga gula pasir dalam negeri bertambah 3,43% hingga mencapai Rp 19.750 per kilogram. Kebanyakan harga beras dan minyak goreng cenderung tetap, walaupun minyak goreng curah sedikit menurun menjadi Rp 20.550 per kilogram.

Para pelaku pasar menganggap bahwa perubahan harga itu tidak disebabkan oleh penundaan sementara dalam pelayanan Program Makanan Beragam dan Berkualitas (MBG) saat masa liburan sekolah.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan, menyampaikan bahwa situasi harga bahan pokok di penghujung bulan Juni pada dasarnya tetap stabil.

Namun demikian, sejumlah barang seperti bawang merah dan daging sapi tetap berada pada angka yang tinggi, sementara harganya telur serta ayam malah cenderung murah.

"Sesungguhnya bukanlah karena MBG menghentikan operasionalnya selama masa liburan sekolah. Saat MBG tetap berjalan pun tidak terjadi dampak apapun, lantaran MBG sendiri belum mampu memaksimalkan pasaran di sekitar SPPG sehingga dapat menyerap bahan bakarnya," kata Reynaldi ketika diwawancara ANTS, Senin (29/6/2026).

Ikappi melaporkan bahwa harga cabai rawit merah saat ini berkisar pada Rp 64.000 per kilogram atau masih termasuk dalam kategori mahal tetapi relatif stabil. Sedangkan cabai merah keriting seharga Rp 47.500 per kilogram, cabai besar Rp 56.000 per kilogram, bawang merah Rp 53.000 per kilogram, bawang putih Rp 45.000 per kilogram, telur Rp 26.800 per kilogram, ayam Rp 40.000 per kilogram, serta daging sapi sekitar Rp 149.000 per kilogram.

Namun demikian, Reynaldi melihat bahwa MBG memiliki kemungkinan memberi pengaruh yang baik jika operasinya kembali lancar dan mampu memaksimalkan pembelian bahan mentah dari pasaran di sekitar SPPG.

Percaya bahwa hal tersebut mampu meningkatkan daya serap produk pertanian serta menjaga harga pada level petani.

Di lain pihak, Kepala Divisi Stabilitas Pasokan dan Harga Bahan Pokok Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, berharap pengoperasian MBG yang telah pulih setelah masa liburan sekolah di bulan Juli nanti bisa menjadi peluang permintaan tambahan untuk sejumlah komoditas pangan, terutama bahan-bahan pokok yang dipergunakan dalam program ini.

Maino menyampaikan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNPB) mendorong Unit Layanan Kebutuhan Nutrisi (ULKN) untuk memaksimalkan pengadaan bahan pangan secara langsung dari para petani dan peternak setempat.

Sistem tersebut sudah dimulai diberlakukan di beberapa wilayah seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah. Bila dikembangkan secara nasional, penyerapan produk pertanian diharapkan bertambah, yang bisa berkontribusi pada pemeliharaan kestabilan harga bagi para petani.

Post a Comment

Previous Post Next Post