Aurelie Moeremans Ingatkan Netizen: Jangan Salahkan Korban Kasus Penyekapan Wanita di Bandung

ANTS Aksi Aurelie Moeremans menyoroti para pengguna internet dalam kasus penahanan seorang wanita di Bandung yang menjadi topik pembicaraan. Ya, aktris ini berusaha memperingatkan warganet yang malah menyalahkan korban.

Artinya, korban dinilai terlalu jatuh cinta kepada pelaku hingga membuatnya mudah tertipu. Beberapa orang berpendapat hal ini disebabkan oleh hubungan kumpul kebo (tinggal serumah tanpa adanya pernikahan resmi).

Sebagaimana telah diketahui sebelumnya, masyarakat dihebohkan oleh tindakan penyerangan terhadap Taufik Hidayat (30) yang ternyata merupakan kekasih dari korban bernama YTR.

Sangat mengejutkan, kejahatan pemaksaan dan penindasan tersebut telah terjadi selama tiga tahun. Taufik Hidayat pernah menjadi pelaku yang kabur sebelum akhirnya ditangkap oleh pihak berwajib.

Ya, Aurelie Moeremans tampaknya juga terlibat dalam kasus ini. Perihal ini menyebabkan perempuan yang memiliki seorang anak itu tidak mungkin berdiam diri.

Terlebih ketika ia membaca tulisan-tulisan komentar dalam sebuah podcast. Di mana banyak warga internet mengkritik korban.

"Saya baru saja mengetahui kasus Yuvita yang berada di Bandung. Tadi malam mendengarkan podkastnya dan langsung tidak bisa tidur. Lalu saya asal membaca komentar-komentarnya hingga semakin sulit untuk tertidur," kata Aurelie dilansir dari Instagram @aurelie, pada hari Minggu (28/6/2026).

Tiba-tiba peristiwa tersebut mengingatkan Aurelie Moeremans kepada para pengguna internet agar tidak menyalahkan korban. Seperti biasa, kesalahan korban selalu menjadi fokus pencarian.

Sangat mengejutkan, korban sudah sangat jelas wajahnya rusak parah dan tidak dapat melihat lagi. Tapi masih saja ada orang yang memberi komentar seperti itu.

"Ah itu cuma patah hati saja," atau "Ya kamu sendiri yang salah ngajak pacaran." Masih banyak orang yang mencari-cari kesalahan korban," ujar Aurelie.

Dan hal itu semakin menyulut kemarahan Aurelie, karena selalu ada orang yang menyinggung namanya guna mendukung kesalahan terhadap korban.

"Sangat menyedihkan ada seseorang yang mempergunakan namaku. Katanya saat itu Aurelie belum cukup umur, sedangkan kali ini sudah dewasa. Mohon saja jika ingin berbuat jahat jangan sampai membawa-bawa namaku," tambah Aurelie.

Ya, Aurelie berusaha menjelaskan bahwa pada kejadian seperti ini, korban umumnya telah di manipulasi dan dikuasai. Istri dari Tyler Bigenho juga mengatakan dia merasa paham dengan pengalaman yang dialami oleh korban tersebut.

Bukan hanya anak-anak yang bisa dimanipulasi atau dikuasai. Saya sangat merasa terhubung dengan Yuvita karena pola perilaku mereka hampir sama sekali.

Pertama-tama dalam keadaan normal, kemudian korban dipisahkan dari anggota keluarganya, lalu korban tampak menolak, sering berbohong, dan sepertinya memang ia menginginkan hal tersebut.

Tato dipaksakan, uangnya diambil habis, lalu korban dilecehkan. Itu bukanlah cinta buta, tapi lebih ke pengendalian," jelas aktris tersebut.

Apa yang diceritakan oleh Aurelie pun tampak jelas dalam bukunya, di mana ia juga sempat merasakan kesusahan saat berusaha meninggalkan hubungan yang tidak sehat.

"Sudah banyak yang membaca *Broken Strings* dan mengetahui bahwa saya akhirnya bisa lepas dari hubungan beracun setelah semalam sebelumnya saya nyaris dibawa kematiannya di jalan tol," kata Aurelie Moeremas.

Aurelie juga menceritakan bahwa ia nyaris kehilangan hidupnya, sebelum pada akhirnya mendapatkan pertolongan dan berusaha memohon bantuan.

"Maut sudah benar-benar ada di hadapanku. Jika pada waktu itu aku tidak memiliki seseorang yang mencintaiku dan memberikanku dorongan untuk keluar dari kondisi tersebut, aku tidak tahu seberapa buruk keadaannya. Aku bahkan tidak tahu apakah masih hidup atau tidak," katanya.

Itu membuatku sedih dalam kasus Y***a. Sudah tiga tahun lho. Meskipun saudara-saudaranya pernah mencoba di awal.

Namun pada akhirnya mereka menyerah karena merasa Yu** bertanya yang ingin. Jadi akhirnya ia selama tiga tahun tinggal sendiri bersama orang tersebut," jelas Aurelie.

Pada akhirnya, Aurelie Moeremans memberi peringatan kepada para pengguna internet agar mulai lebih waspada dan menyadari adanya korban-korban yang sedang mengalami hal tersebut di lingkungan sekitar mereka. Jangan sampai menunggu korban memohon pertolongan terlebih dahulu.

Inilah bahaya terbesar dari hubungan semacam ini. Ini adalah hal yang ingin dilakukan oleh pelakunya. Jadi saya berharap jika kalian mencurigai seseorang dalam posisi Yuvita, jangan hanya sekadar menduga-duga. Jangan menunggu hingga orang tersebut meminta bantuan.

Mungkin ia merasa takut untuk meminta bantuan. Bisa jadi ia telah diarahkan untuk mengira semuanya adalah kesalahan dirinya sendiri. Terkadang seseorang tidak menyadari bahwa hal yang dialaminya tidak wajar," tegas Aurelie Moeremans. (*)

Post a Comment

Previous Post Next Post