Ringkasan Berita:
- Beberapa halaman rumah penduduk di Jalan RA Kartini, Pasangkayu, tergenang air selama beberapa hari karena curah hujan tinggi serta saluran pembuangan yang diperkirakan tidak bekerja dengan baik.
- Penduduk menyampaikan keluhan tentang genangan air yang tidak kunjung hilang sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari serta perjalanan masuk dan keluar dari rumah mereka.
- Masyarakat menginginkan pemerintah secepatnya melakukan pembersihan dan memperbaiki sistem saluran pembuangan air sehingga kejadian banjir tidak kembali terjadi pada masa musim penghujan.
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Beberapa halaman rumah penduduk di Jalan RA Kartini, Desa Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, tenggelam dalam genangan air selama beberapa hari karena curah hujan tinggi yang melanda kawasan ini.
Pengamatan Tribun-Sulbar.com pada hari Senin (29 Juni 2026) menunjukkan bahwa genangan air masih ada di sekitar halaman beberapa rumah penduduk meskipun hujannya sudah berhenti.
Air yang berwarna kecokelatan terlihat meluap di halaman dan menutupi sebagian besar permukaan tanah.
Ada beberapa pohon di halaman tampak berdiri di tengah permukaan air.
Ketinggian permukaan air menyebabkan bagian bawah batang pohon serta tumbuhan hias tertutupi.
Pada beberapa tempat tampak cabang pohon, daun, serta kotoran kecil yang bergerak di permukaan air.
Walaupun masih berada di luar rumah, genangan air ini menganggu kegiatan masyarakat.
Lantai depan tidak bisa dimanfaatkan secara normal dan perluasan ke luar maupun masuk rumah semakin menyulitkan.
Di tepi jalanan, keadaan saluran pembuangan terlihat sangat mengkhawatirkan. Saluran air hampir tak terlihat akibat ditutup oleh tanah dan endapan pasir serta lumpur.
Sebagai akibatnya, air hujan tidak dapat mengalir secara normal dan malah menumpuk di daerah pemukiman.
Farah, satu dari penduduk yang dikunjungi di tempat kejadian, menyampaikan bahwa banjir semacam ini kerap terjadi setiap kali hujan deras muncul, bahkan jika durinya singkat saja.
"Biasanya jika turun hujan lebat dalam waktu singkat, permukaan jalan langsung banjir. airnya tidak cepat menghilang dan dapat bertahan selama beberapa hari sebelum benar-benar kering," katanya.
Dia menyampaikan bahwa ketika intensitas hujan meningkat, genangan air dapat meluap sampai ke permukaan jalan.
"Bila hujan turun secara terus-menerus, air dapat meluap hingga mencapai permukaan jalan, bahkan mungkin berpindah ke sisi jalan lainnya. Kendaraan pun perlu berkendara dengan hati-hati," ujarnya.
Berdasarkan penjelasan Farah, keadaan ini telah lama menjadi keluhan masyarakat.
Mereka mengira faktor utama terjadinya banjir ialah saluran pembuangan yang sudah tidak bekerja secara efisien akibat tertimbun tanah serta endapan sedimen.
Warga berharap saluran pembuangan secepatnya dibersihkan atau diperbaiki agar air dapat mengalir dengan lancar. Jika tidak ditangani, setiap kali hujan turun masalah ini akan kembali muncul, katanya.
Masyarakat berharap pihak daerah secepatnya melaksanakan penormalan sistem saluran pembuangan air di wilayah tersebut sehingga genangan tak lagi terjadi secara berkala dan mengganggu kegiatan warga, khususnya pada masa penghujan. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
Post a Comment