SERANGAN SEMUT, PONTIANAK - Berita yang paling diminati di Kalimantan Barat (Kalbar) pada hari ini berasal dari kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Utama Dusun Sagu, Desa Menyabo, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat 26 Juni 2026 sekitar jam 17.40 WIB.
Peristiwa yang mengakibatkan kematian seorang anak dengan inisial DA (8) terjadi.
Dia meninggal dunia karena terkena tabrakan dengan truk ketika sedang menyebrangi jalan.
Truk tersebut diemudikan oleh KS (34) yang merupakan penduduk Dusun Balai Nanga, Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.
Data tersebut merupakan bagian dari enam berita paling diminati yang terjadi di Kalimantan Barat antara tanggal 29 Juni 2026 sampai dengan 30 Juni 2026.
Berikut adalah 6 artikel paling diminati dalam dua hari terakhir di Kalbar:
1). Pernah Berpaling Mendengar Bunyi Knalpot, Anak DA Meninggal Duluan Setelah Dihantam Truck Di Tayan Hulu
SERPONG, SANGGAU - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Utama Dusun Sagu, Desa Menyabo, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada hari Jumat tanggal 26 Juni 2026 sekitar pukul 17.40 WIB.
Peristiwa yang mengakibatkan kematian seorang anak dengan inisial DA (8) terjadi.
Dia meninggal dunia karena terkena tabrakan dengan truk ketika sedang menyebrangi jalan.
Truk tersebut diemudikan oleh KS (34) yang merupakan penduduk Dusun Balai Nanga, Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.
Baca Selengkapnya
2). Sedang Viral! Lihat Kecantikan Barabakelake, Tempat Nongkrong yang Menawan Di Pinggir Danau Sebedang Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wisata Danau Sebedang di Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dikunjungi banyak pengunjung setempat pada hari Minggu tanggal 28 Juni 2026.
Destinasi pariwisata tersebut menawarkan pemandangan alami berupa pemandangan danau yang sejuk.
Di sampingnya terdapat rangkaian bukit yang tersusun rapi menciptakan kesan indah.
Angin yang meniup di tempat wisata ini segar.
Pengawasan ANTS menunjukkan bahwa sejumlah besar pengunjung lokal lebih suka tinggal di tepi danau sembari menikmati keindahan alamnya.
Baca Selengkapnya
3). Basarnas Mengungkap Kesulitan Wilayah Pencarian Orang Tersesat di Sekadau Hulu
KELOMPOK PENCARIAN DAN PENYELAMATAN bersama mulai melakukan upaya pencarian terhadap Sehat (57 tahun), penduduk dari Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, yang dikabarkan menghilang di Dusun Segiam, Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, pada hari Jumat tanggal 26 Juni 2026.
Namun sampai hari pertama penyelidikan, yaitu pada hari Minggu tanggal 28 Juni 2026, para korban masih belum bisa ditemukan.
Anggota tim pencarian dan pertolongan bersama harus melakukan perjalanan kira-kira dua jam dari Kota Sekadau ke tempat kejadian yang berjarak sekitar 35 kilometer.
Medan yang curam dan jalanan yang sempit menyulitkan tim dalam menjangkau tempat pencarian tersebut.
Saat tiba di Desa Segiam, rombongan segera berkomunikasi dengan keluarga korban serta warga setempat sebelum melaksanakan pencarian di lokasi terakhir tempat korban diperkirakan berada.
Baca Selengkapnya
4). Saat-saat Pemuda di Sanggau Mengalami Kekakuan Tubuh dan Akhirnya Tenggelam di Sungai Kapuas!
KELOMPOK SERIGALA, SANGGAU - Seorang pria dengan nama singkat LO (40), penduduk Dusun Sungai Kodang, Desa Sungai Alai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, dilaporkan hilang terseret oleh aliran Sungai Kapuas, khususnya di area Dusun Penyalimau, Desa Penyalimau, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada hari Sabtu tanggal 27 Juni 2026.
Sekarang tim gabungan masih dalam proses pencarian.
Menurut hasil penelitian sementara, kejadian dimulai sekitar pukul 11.30 WIB saat korban meninggalkan rumahnya di Dusun Sungai Kodang untuk pergi ke tempat orang tua korban yang terletak di Dusun Penyalimau, Desa Penyalimau.
Para korban mengendarai sepeda motor lalu melintasi Sungai Kapuas dengan memakai layanan perahu penyebrangan yang berada di Dermaga Sungai Tapang menuju Dermaga Penyalimau.
Pada akhir perjalanan penyebrangan, atau kira-kira 50 meter menjelang sampai di dermaga tujuan yang terletak di Dusun Penyalimau, korban diperkirakan tiba-tiba menderita kejang sementara masih berada di atas kendaraan air tersebut.
Baca Selengkapnya
5). Informasi Mengenai Kematian Calon Manajer Kopdes Merah Putih yang Berasal dari Singkawang, Latar Belakang Hingga Data Pribadi
KELOMPOK ANTS, SINGKAWANG - Baru-baru ini heboh terjadi seorang peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang sedang menjalani pelatihan dasar militer (Latsarmil) sebagai persiapan menjadi Manajer Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP), berasal dari kota Singkawang, meninggal secara mendadak.
Anggota tersebut berinisial Nola Dya Sari.
Berikut informasi-informasi mengenai kematian Nola Dya Sari:
1. Mengikuti Proses Belajar Tanpa Menunjukkan Masalah Kesehatan
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan menyampaikan bahwa pada hari Jumat tanggal 26 Juni 2026, Nola masih mengikuti pelajaran sosiologi serta teknik pertanian di ruang kelas.
Saat kegiatan berlangsung, almarhumah tidak mengeluhkan apa pun atau menunjukkan adanya masalah kesehatan.
Baca Selengkapnya
6). Informasi Terlengkap Mengenai Kematian Calon Manager Koopdas yang Berasal dari Singkawang, Tidak Ada Gejala Apapun Sebelum Kematiannya
KELOPAKAN, SINGKAWANG - Seorang peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang sedang menjalani pelatihan dasar militer (Latsarmil) sebagai calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari Kota Singkawang, Nola Dya Sari dikabarkan meninggal dunia pada hari Jumat tanggal 27 Juni 2026.
Kematian Nola Dya merupakan kasus kelima dari kandidat Manajer KDKMP yang meninggal di seluruh wilayah Indonesia.
Proses kematian Nola Dya dijelaskan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan.
Kronologi Kematian Nola Dya
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Letnan Jenderal TNI Ketut, pada hari Jumat tanggal 26 Juni 2026, Nola masih aktif mengikuti pelajaran sosiologi serta teknik pertanian di dalam ruang kelas.
Saat kegiatan berlangsung, almarhumah tidak mengeluhkan apa pun atau menunjukkan adanya gangguan kesehatan.
Baca Selengkapnya
(*)
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
- Peroleh Berita Tersebar Melalui Media WhatsApp
- Baca Berita Terbaru di GOOGLE NEWS
Post a Comment