ANTS.CO.ID - JAKARTA. Setelah menjadi salah satu bahan herbal yang paling dipercaya dan diminati sepanjang masa wabah virus Corona, jahe merah kembali mendapat perhatian besar dalam bidang pengobatan alternatif. Bumbu lokal Nusantara ini sudah lama diketahui dalam pengobatan tradisional sebagai cara memperkuat sistem imun, menambah kehangatan tubuh, serta meringankan beberapa gangguan kesehatan minor seperti gejala flu biasa.
Sebagai produk unggulan, kelebihan utama Jahira terdapat pada ketahanan mutu rimpang, hasil produksi yang besar, serta profil senyawa biologis yang sangat baik. Berbeda dengan jahe merah umum yang ditemukan di pasaran tradisional dengan kadar bahan aktif yang tidak stabil, klon Jahira memberikan manfaat fungsi yang bisa dibuktikan secara medis. Tingkat flavonoid dan kemampuan antioksidannya telah dicatat jauh lebih tinggi. Bahan aktif utamanya yaitu gingerol, shogaol, paradol, dan zingerone saling bekerja sama untuk menjaga sel-sel tubuh dari gangguan akibat radikal bebas.
Jahira 2 memiliki kelebihan khusus berupa kandungan gingerol yang sangat tinggi. Senyawa aktif tersebut sangat bermanfaat dan efisien dalam memperkuat sistem imun serta menghasilkan efek termogenik atau sensasi hangat yang tetap di tubuh, sehingga cocok digunakan untuk meringankan gejala flu, kata Prima.
Banyak penelitian telah membuktikan terdapatnya sifat anti-mikroba alami pada akar tanaman tersebut. Kepadatan senyawa aktif biologis yang tinggi dan stabil membuat klon Jahira memiliki kemampuan besar untuk digunakan sebagai bahan dasar utama dalam sistem produksi obat tradisional kontemporer. Mengenai pengembangan berbagai kekayaan rempah-rempah di Indonesia, salah satu lembaga yang menangani adalah BRMP TROA (Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat, serta Aroma).
"Kami menyediakan berbagai macam layanan, seperti layanan pengujian, layanan kunjungan sehingga memiliki area pameran jika ingin melihat lebih dekat terhadap 400 jenis tanaman obat yang telah saya sebutkan sebelumnya, serta tersedia layanan kemitraan dan layanan pemrosesan," kata Prima Luna menjelaskan tentang BRMP TROA.
Sebagai lembaga penelitian dan pengembangan, BRMP TROA memberikan kesempatan luas kepada semua lapisan masyarakat untuk bekerja sama serta menggunakan sarana yang tersedia. Warga bisa memanfaatkan jasa uji komposisi tumbuhan, menjalin kerja sama dalam penelitian, atau berkunjung ke area pameran balai guna belajar lebih lanjut tentang ribuan spesies tanaman obat yang terkumpul di tempat tersebut. Di samping itu, BRMP TROA juga giat mendukung dunia pendidikan melalui kerjasama dengan para akademisi maupun program magang bagi pelajar universitas.
Urgensi hilirisasi
Dalam lingkaran para ilmuwan dan pemangku kebijakan industri, timbul pertanyaan penting: apakah bahan alami seperti Jahira membutuhkan pengawasan lebih ketat dari sektor farmasi agar bisa menjadi komponen dalam produk obat tradisional yang efektif di Tanah Air? Jawaban atas pertanyaan ini bukan hanya berkaitan dengan masalah medis, tetapi juga mencakup soal kemampuan ekonomi negara sendiri.
Sejauh ini, sektor farmasi lokal tetap mengandalkan bahan baku impor secara signifikan. Dengan penerapan proses hilir yang sesuai, Jahira mampu diubah mulai dari bahan pertanian mentah menjadi produk berkualitas tinggi yang telah lulus pengujian klinis.
Kepentingan Jahira semakin mendesak dalam situasi industri pengolahan farmasi yang selalu berusaha menemukan bahan baku lokal dengan mutu tinggi, stabil, dan
berkelanjutan ( sustainable Menggabungkan Jahira ke dalam rantai produksi obat-obatan di tingkat nasional dapat meningkatkan kemampuan mandiri sektor jamu dan biopharma yang didasarkan pada sumber daya alam Indonesia.
Sebagai The Pride of Indonesia atau rasa percaya diri bangsa Indonesia, Jahira berpeluang signifikan dalam menjalankan langkah-langkah strategis diplomatik global. Barang mewah ini siap dikembangkan guna memperkenalkan serta menegaskan kelimpahan sumber daya alam Nusantara di dunia internasional.
Jahira merupakan lambang peralihan yang ideal, yang menyimpan makna sejarah obat tradisional dalam masa penelitian kedokteran modern dengan hasil yang terbukti efektif dan stabil. Kepribadian asli "Indonesia" yang sangat jelas menjadi bekal penting untuk masuk ke pasar lokal maupun internasional.
BRMP TROA sangat senang apabila terdapat pihak perusahaan atau industri yang bersedia menggunakan hasil karya inovasi ini. Jahira adalah jahe merah varian unggulan dari Indonesia, dan kolaborasi serta penggunaannya oleh sektor industri akan menjadi tindakan yang sangat luar biasa untuk meningkatkan inovasi kekayaan alam lokal kita hingga level internasional," lanjut Prima Luna.
Dengan kolaborasi bersama industri pariwisata dan ekonomi kreatif, Jahira bisa menjadi barang utama yang disajikan secara langsung kepada para pengunjung asing sebagai simbol dari kebudayaan sehat Nusantara.
"Jika Korea Selatan berhasil memperkenalkan slogan 'Korea Negeri Ginseng' ke seluruh dunia, maka Indonesia perlu berani menyebarkan narasi yang lebih luas: 'Indonesia, Rumah Jahira'. Dengan cara ini, mengkonsumsi produk berasal dari Jahira tidak hanya menjadi usaha untuk menjaga daya tahan tubuh, tetapi juga sebagai bentuk pergerakan budaya dalam mendukung barang dagangan lokal agar mampu bersaing secara global," kata Prima.
Post a Comment