Renungan Harian Katolik
Senin, 29 Juni 2026
Topik: Keyakinan Yang Kuat Di Tengah Badai Kehidupan
Bacaan Suci
Bacaan I: Kejadian 18:16-33
Mazmur: Mazmur 103:1-4.8-11
Injil: Matius 8:18-22
Teks Injil (Matius 8:18-22)
Saat Yesus memperhatikan banyak orang yang berada di sekitarnya, Dia menitahkan untuk berlayar ke sisi lain. Selanjutnya munculah seorang ahli hukum Taurat dan berkata kepada-Nya, "Pandita, aku akan ikut serta denganMu, kemana pun engkau pergi."
Yesus mengatakan kepada orang itu, "Anjing liar memiliki lubang dan burung memiliki sangkarnya, namun Putra manusia tidak punya tempat untuk menaruh kepalanya."
Seseorang siswa lainnya berbicara kepada-Nya, "Tuan, ijinkan saya terlebih dulu pulang untuk memandikan ayahku." Namun Yesus menjawabnya, "Ikutilah Aku dan biarkanlah orang-orang mati menguburkan sesama mereka yang sudah meninggal."
Renungan
Seorang bidan muda pernah ditempatkan di suatu wilayah yang jauh dari keramaian. Penghasilannya tidak besar, fasilitasnya sangat minim, dan dia sering harus berjalan kaki selama beberapa jam agar bisa sampai ke pasiennya. Banyak orang mempertanyakan alasan dia tetap tinggal.
Ia menjawab dengan tenang, "Memang saya bukanlah seseorang yang hidup dalam kemewahan, namun saya memiliki makna dan arah dalam hidup. Kebahagiaan bagi saya adalah melihat orang-orang lain pulih."
Cerita ini membangkitkan ingatan kita akan injil hari ini. Yesus memanggil semua orang untuk mengikut-Nya dengan hati yang lepas dan penuh kesungguhan. Mengikuti Kristus bukan hanya sekadar menyukai-Nya, tetapi juga berani memberikan kehidupannya kepada-Nya. Jalannya menjadi seorang murid Kristen tidak selalu mulus. Terdapat pengorbanan, ketenangan yang perlu ditinggalkan, serta pilihan-pilihan yang harus dibuat dengan keyakinan.
Di dalam teks pertama, Abraham menunjukkan rasa empati terhadap kesejahteraan orang-orang lain. Ia secara gigih meminta rahmat Tuhan untuk warga Sodom. Dari tindakan Abraham kita diajarkan bahwa seorang percaya tidak hanya mengkhawatirkan dirinya sendiri, tapi juga menjadi doa bagi sesamanya.
Banyak orang ingin mengikuti Tuhan Yesus, namun masih memegang erat perasaan nyaman, harta benda, posisi atau keuntungan sendiri. Yesus menyampaikan pesan bahwa menjadi murid artinya meletakkan Allah di tempat tertinggi dalam segala hal. Apabila Kristus adalah utama bagi kita, maka kita akan mendapatkan ketenangan dan tujuan hidup yang sesungguhnya.
Refleksi
- Apakah aku benar-benar menjadikan Yesus sebagai prioritas utama dalam kehidupanku?
- Apa saja yang masih menjadi penghalang bagi saya dalam menjalani iman kepada Tuhan secara penuh?
-
Apakah saya sudah menjadi doa untuk keluarga, jemaat, dan orang-orang yang membutuhkan?
mengalami kesulitan?
Doa
Yesus Tuhan, ajarkanlah aku untuk meneladanimu dengan hati yang jujur dan penuh keberanian. Bebaskanku dari semua ikatan yang membuatku terpisah dari panggilanMu. Jadikan diriku sebagai orang yang setia, siap berkurban, serta rajin berdoa bagi sesamaku sebagaimana Abraham. Mudah-mudahan di tiap langkah hidupku, namaMu senantiasa dipermulia. Amin.
Pesan Hari Ini
Menurut Yesus tidak berarti memilih jalur yang paling ringan, melainkan memilih jalan yang membawa kita menuju hidup nyata di sisi-Nya. (*)
Post a Comment