Es Krim Genosida, Israel Hapus Promo Ben & Jerry's

Pembuatan Es Krim dengan Rasanya Genosida, Israel Menghapus Postingan Pemasaran Produk Ben & Jerry's

Ringkasan Berita:
  • Akun resmi Israel di X menghilangkan postingan iklan rasa es krim yang langka setelah mendapat kritikan dan cemoohan terkait konflik di Gaza.
  • Produk ini diluncurkan oleh Ben & Jerry's Israel guna membantu masyarakat di wilayah selatan Israel, tetapi menimbulkan tanggapan buruk dari pengguna media sosial.
  • Konflik lagi-lagi memperlihatkan ketidaksepahaman pendapat antara Ben & Jerry's Israel dengan merek Ben & Jerry's secara internasional mengenai aktivitas jual beli di area Palestina.

ANTS Akun pemerintah Israel resmi di platform X menghilangkan kiriman yang menawarkan rasa es krim spesial Ben & Jerry's Israel setelah menerima banyak kritik dari netizen yang menyambungkannya dengan konflik di Gaza.

Postingan yang dirilis pada hari Selasa (23/6) mengumumkan penawaran rasa Milk and Honey sebagai produk khusus yang tersedia hanya di Israel.

Di dalam kampanye pemasaran tersebut, produk tersebut dijuluki sebagai "es krim resmi" Negara Israel.

Mengacu pada bahan promosi Ben & Jerry's Israel, rasa ini diperkenalkan guna memberikan dukungan kepada masyarakat yang tinggal di daerah selatan Israel.

Susuh dan krimnya berasal dari pertanian ternak sapi perah di Kibbutz Alumim, madunya datang dari Kibbutz Yad Mordechai, sedangkan potongan cokelat bentuk Bintang Daud dibuat di pabrik yang ada di Beersheba.

Panen Olok-olok Genocidaires' Delight

Namun, kampanye tersebut langsung mendapat respons yang tajam dari kalangan media sosial.

Beberapa pengguna X menghubungkan hal tersebut dengan krisis kemanusian yang terjadi secara terus-menerus di wilayah Gaza.

Banyak netizen membagikan foto kemasan yang sudah diedit dengan teks "Delight Para Pembunuh Massal", sedangkan beberapa orang mengejek produk ini melalui komentar seperti " rasanya seperti pembunuhan massal" atau " rasanya mirip genosida".

Kata-kata itu adalah bentuk pengkritikan dan bukan datang dari pihak Ben & Jerry's atau pemerintah Israel.

Terdapat gelombang kecaman yang muncul saat perhatian global semakin fokus pada perseteruan di Jalur Gaza.

Di minggu ini, sebuah badan PBB merilis laporan yang menyatakan bahwa Israel telah melanggar hak-hak serius terhadap anak-anak Palestina di wilayah Gaza.

Israel menyangkal tuduhan itu dan terus-menerus membela diri dari dugaan melakukan pembunuhan massal atau tindakan pelanggaran hukum internasional.

Friksi di Internal Perusahaan

Konflik ini juga mengingatkan kembali pada ketegangan yang sudah berlangsung lama antara Ben & Jerry's Israel dengan merek Ben & Jerry's secara internasional.

Ben & Jerry's Israel berjalan sendiri dari perusahaan pusatnya di Amerika Serikat.

Struktur ini dibentuk setelah perusahaan Unilever mengalihkan hak waralaba di wilayah tertentu kepada pemilik lisensia asal Israel, yaitu Avi Zinger, pada tahun 2022.

Perjanjian tersebut memungkinkan aktivitas jual beli barang terus berlangsung di seluruh wilayah Israel dan Tepi Barat yang dikuasai.

Tindakan ini dilakukan setelah tahun 2021, dimana dewan independen Ben & Jerry's membuat keputusan untuk berhenti menjual produknya di kawasan Palestina yang diduduki karena kebijakan itu selaras dengan prinsip-prinsip yang dipertahankan oleh perusahaan.

Putusan tersebut menimbulkan perselisihan yang terus-menerus antara Unilever, komite independen, serta para pendiri Ben & Jerry's.

Para pendiri perusahaan, Ben Cohen dan Jerry Greenfield, sebelumnya dikenal aktif mendukung hak-hak warga Palestina sambil mengecam tindakan militer Israel di wilayah Gaza.

Tahun sebelumnya, Cohen juga mengungkapkan rencana merilis variasi es krim rasanya semangka sebagai bagian dari kampanye perdamaian bagi Palestina serta menyatakan bahwa Unilever pernah memblokir usaha serupa.

Post a Comment

Previous Post Next Post