Ants - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan untuk menyelesaikan konflik antara AS, Israel, dan Iran secara tetap sudah mendekati penyelesaian. Menurut Trump, dokumen perdamaian saat ini sedang diproses selesai dan mungkin ditandatangani akhir pekan ini di Eropa.
Pernyataan itu diucapkan oleh Trump di ruang oval gedung putih pada hari Jumat (11/6), hanya beberapa jam setelah ketegangan konflik kembali meningkat karena serangan militer teranyar yang dilakukan oleh kedua belah pihak.
"Pemilihan kita telah berakhir secara baik melawan Iran, dan kita akan mematuhi proses penyempurnaan dokumen tersebut, yang seharusnya rampung dalam beberapa hari mendatang. Kita kemungkinan besar akan melakukan upacara penandatanganan, mungkin di Eropa," ujar Trump saat berbicara kepada para jurnalis.
Trump mengatakan bahwa upacara penandatanganan kemungkinan akan diadakan tidak lama lagi. Dia menduga prosedur ini bisa dilaksanakan pada akhir minggu dan melibatkan beberapa pejabat pemerintah AS.
Ia mengatakan bahwa Wakil Presiden JD Vance akan mewakili Amerika Serikat dalam proses tanda tangan yang dilakukan oleh duta khusus Steve Witkoff serta penasihat Jared Kushner.
"Secepatnya, secepatnya, mungkin pada akhir pekan," kata Trump.
Trump menyebut bahwa mungkin ia tidak bisa hadir secara langsung dalam acara itu lantaran sudah memiliki jadwal kegiatan di Washington DC yang berkaitan dengan perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
Iran Dikabarkan Telah Mengizinkan Perjanjian Iran Dianggap Sudah Menerima Kesepakatan Iran Ternyata Telah Setuju dengan Perjanjian Status Iran yang Disetujui dalam Kesepakatan Kesepakatan Ini Kini Resmi Didukung oleh Iran Tampaknya Iran Telah Menyetujui Kesepakatan Tersebut Perjanjian ini Dianggap telah disahkan oleh Iran Pihak Iran Membenarkan Penyelesaian Kesepakatan Iran Akhirnya Menandatangani Kesepakatan tersebut Dilaporkan bahwa Iran Mendukung Kesepakatan itu
Ketika ditanyakan apakah pimpinan tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memberikan persetujuannya terhadap perjanjian itu, Trump merespons dengan singkat.
Saya memahami bahwa jawabannya ialah iya." "Jawabannya pasti ya menurut saya." "Saya tahu jawabannya adalah benar." "Aku paham bahwa jawaban yang diberikan adalah ya." "Ternyata jawabannya adalah ya.
Trump juga menyampaikan bahwa ia sudah berkonsultasi dengan beberapa negara di wilayah tersebut yang bertindak sebagai perantara dalam proses pembicaraan. Ia secara spesifik memberi apresiasi kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan karena dianggap turut serta dalam usaha menyelesaikan perselisihan.
Trump menyebut bahwa ia juga sudah melakukan komunikasi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan berniat untuk berkonsultasi lagi dengan Erdogan dalam beberapa hari mendatang.
Selat Hormuz Dilaporkan Siap Dibuka Kembali Selat Hormuz Disebut akan Segera Beroperasi Lagi Selat Hormuz Diinformasikan Bakal Kembali Terbuka Selat Hormuz Diprediksi Akan Kembali Buka Jalur Lalu Lintas Selat Hormuz Disampaikan akan Kembali Dibuka Selat Hormuz Dinyatakan Siap Kembali Melayani Penerusan Kapal Selat Hormuz Direncanakan untuk Kembali Dibuka Selat Hormuz Ternyata Akan Kembali Aktif Selat Hormuz Dirancang Untuk Kembali Digunakan Selat Hormuz Diberitakan Sudah Siap Dibuka Kembali
Selain mengumumkan perkembangan dalam pembicaraan, Trump menyinggung salah satu konsekuensi utama dari pencapaian perjanjian yaitu dimulai kembali penggunaan rute pelayaran yang penting melalui Laut Tengah Oman.
"Bagian Selatan ini akan secara resmi dibuka secepat mungkin setelah kita menandatangani perjanjian, yang bisa terjadi dalam waktu singkat, mungkin pada akhir pekan nanti di Eropa," ujar Trump.
Selat Hormuz adalah salah satu rute pengangkutan energi terpenting di dunia yang selama peristiwa perselisihan sering menjadi titik fokus dari ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat.
Pernyataan Iran Tidak Akan Mengembangkan Senjata Nuklir Perkiraan Iran Tidak akan Menciptakan Senjata Nuklir Penegasan Iran Bahwa Tidak Akan Melakukan Pengembangan Senjata Nuklir Ibadah Iran yang Menolak Pembaruan Senjata Nuklir Deklarasi Iran tentang Tidak Ada Pembangunan Senjata Nuklir Teguran Iran terhadap Penelitian Senjata Nuklir Ucapan Iran bahwa Tidak Akan Memperluas Kemampuan Nuklirnya Jaminan dari Iran untuk Tidak Merancang Senjata Berbasis Nuklir Aksi Iran dalam menyangkal Perkembangan Senjata Inti Batasan Iran atas Riset dan Produksi Senjata Nuklir
Di sisi lain, dalam sebuah kampanye daring yang diadakan pada hari Jumat malam untuk mendukung Wakil Gubernur Georgia Burt Jones, Trump lagi-lagi menyampaikan bahwa tujuan utama dari tindakan militer terhadap Iran adalah mencegah perkembangan senjata nuklir.
Dia menyatakan bahwa Tehran setuju untuk tidak mengembangkan senjata nuklir pada masa mendatang.
"Inilah keseluruhan maksudnya, ini adalah 95 persen darinya, dan mereka melakukan semuanya dengan cara terkuat yang bisa Anda lakukan," kata Trump.
Perkataan penuh harapan dari Trump muncul pada saat peningkatan ketegangan yang sedang berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Pasukan militer Amerika Serikat melakukan penyerbuan kedua terhadap beberapa sasaran di Irak pada malam Rabu. Penyerbuan ini dilaksanakan sebagai respons atas insiden dimana Iran berhasil menghancurkan helikopter Apache AS di Selat Hormuz pada hari Senin.
Di pihak lain, Korps Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa mereka telah melakukan serangan terhadap 18 target militer penting AS, seperti Basis Militer Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, Bandar Udara Sheikh Isa di Bahrain, serta basis yang menjadi tempat pesawat tempur Amerika berada di Yordan.
Yang menarik adalah beberapa jam sebelum pengumuman tentang kemajuan pembicaraan perdamaian, Trump pernah memperingatkan bahwa dia akan terus melakukan serangan kepada Iran dengan tingkat kekerasan yang lebih besar.
Dia bahkan menyatakan ancaman untuk merebut Pulau Kharg, pelabuhan energi penting Iran yang merupakan salah satu pusat ekspor minyak negara itu. Tindakan ini diduga memerlukan penggunaan pasukan darat Amerika Serikat.
Namun saat ditanyakan lagi tentang kemungkinan operasi tersebut pasca tercapainya perjanjian perdamaian, Trump memberi jawaban yang berbeda.
Bila kita mengizinkan perjanjian ini ditandatangani, hal tersebut akan berlangsung." "Apabila kita menyetujui perjanjian ini, maka kejadian demikian pasti terwujud." "Mengapa kita tidak segera menandatangani perjanjian ini?" "Persetujuan atas perjanjian ini akan memicu terjadinya sesuatu." "Dengan tanda tangan kita di sini, segala sesuatu akan menjadi nyata." "Ini adalah langkah yang harus dilakukan jika ingin semuanya terjadi." "Segeralah tandatangani perjanjian ini agar semua bisa berjalan seperti yang direncanakan." "Tindakan pertama yang diperlukan ialah menyepakati isi perjanjian ini.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pilihan militer yang sebelumnya sempat muncul kemungkinan akan diabaikan jika kesepakatan perdamaian secara resmi ditandatangani dalam beberapa hari mendatang.
Post a Comment