ANTS - Kebiasaan pola makan yang kurang baik yang dilakukan oleh anak setiap harinya ternyata berkaitan langsung dengan beberapa jenis penyakit, termasuk gangguan reflaks esofagus gastrik (GERD). Walaupun kasusnya lebih sedikit dibandingkan pada bayi, GERD masih dapat menyerang anak-anak yang sebelumnya dalam kondisi sehat.
Ahli spesialis anak konsultan gastroenterohepatologi, Dr. Sri Kesuma Astuti, Sp.A, Subsp.G.H(K) menyampaikan bahwa jalannya penyakit asam lambung kronis (GERD) pada anak-anak usia lebih dewasa berbeda dibandingkan GERD pada bayi, sehingga pendekatan dalam diagnosis serta pengobatannya pun tidak serupa.
"Bahkan pada anak-anak maupun orang dewasa, sebenarnya kita setiap hari juga mengalami refleks asam. Ini merupakan proses alami tubuh saat tekanan di dalam perut meningkat," kata Dr. Sri Kesuma Astuti kepada para jurnalis, seperti dilansir Selasa (30/6).
Asam lambung pada anak sebenarnya wajar Gejala asam lambung di kalangan anak umum terjadi Kondisi reflukus pada balita biasanya normal Refleks asam lambung pada kanak-kanak sering kali alami Masalah asam lambung pada anak cenderung wajar
Berdasarkan penjelasan dr. Sri, refluks adalah proses kembalinya cairan lambung ke kerongkongan yang biasanya terjadi secara sementara pada anak maupun orang dewasa, tanpa menyebabkan gejala apa pun, dan belum mencapai tahap keluar dari mulut sebagaimana terlihat dalam kondisi gumoh pada bayi.
Itu disebabkan oleh kemampuan tenggorokan anak yang lebih luas dan telah berkembang dengan baik dibandingkan bayi.
Sebagai akibatnya, jumlah kasus GERD pada anak-anak yang lebih tua cenderung lebih rendah. Menurut penelitian sistematis yang disebutkan, tingkat kejadian GERD berkisar 3,2 persen pada anak berusia dibawah 10 tahun, sementara untuk anak di atas 10 tahun bisa mencapai sekitar 10 persen.
Anak yang Memiliki Keadaan Spesifik Rentan Menghadapi Risiko Lebih Besar Anak Dengan kondisi tertentu lebih rentan mengalami risiko tinggi Anak Yang Mempunyai Ciri Khusus Menjadi Pihak yang Lebih Berpotensi Alami Bahaya Anak dengan kebutuhan khusus cenderung memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan anak lainnya Kondisi Khusus pada Anak Meningkatkan Tingkat Resikonya Anak yang mempunyai situasi tertentu berpeluang lebih besar untuk terkena bahaya Batas-batas spesifik dalam perkembangan anak membuat mereka lebih rawan menghadapi ancaman Anak dengan karakteristik unik lebih mungkin merasakan konsekuensi negatif dari suatu masalah Keadaan khusus dapat menyebabkan peningkatan potensi gangguan bagi seorang anak Adanya faktor-faktor tertentu bisa meningkatkan kemungkinan adanya risiko pada anak-anak tersebut
Anggota Tim Koordinasi Gastroenterohepatologi IDAI menyampaikan bahwa terdapat beberapa kelompok anak yang berisiko lebih besar menderita GERD.
Grup ini mencakup anak-anak yang mengalami gangguan saraf seperti cerebral palsy, anak setelah operasi atresia esofagus, setelah operasi hernia diafragma, anak dengan kondisi pernapasan kronis, kegemukan, serta masalah pada jalan nafas seperti laringomalasia dan trakeomalasia.
"Di kalangan kelompok tertentu, kemungkinan mengalami GERD jauh lebih besar daripada anak-anak yang lain," ujarnya.
Kebiasaan Makan Berpengaruh terhadap Kesehatan Anak Tata Cara Konsumsi Makanan Menjadi Faktor Penting bagi Kesehatan Anak Gaya Hidup Mengonsumsi Makanan Memengaruhi Kebugaran Anak Aspek Pola Makan Sangat Berkaitan dengan Kondisi Kesehatan Anak Perilaku dalam Mengatur Nutrisi Mendukung Kehidupan Anak yang Lebih Sehat Dampak dari Gaya Makan Terhadap Kesejahteraan Tubuh Anak Keberlanjutan Dalam Memilih Jenis Makanan Bermanfaat untuk Pertumbuhan Anak Fokus pada Pengelolaan Asupan Makanan untuk Menunjang Kesehatan Anak
Namun, GERD bisa juga muncul pada anak yang tidak mengalami kondisi medis lainnya.
Dr. Sri menyampaikan bahwa sebuah studi di Korea menunjukkan beberapa kebiasaan makan yang dapat memperbesar kemungkinan terserang GERD pada remaja, seperti makan berlebihan, mengonsumsi makanan menjelang waktu tidur, kerap menghabiskan minuman berkarbonasi, makanan pedas, dan hidangan kaya akan lemak.
Hal-hal tersebut dianggap bisa menyebabkan cairan lambung naik ke tenggorokan, yang berpotensi memperbesar risiko terjadinya gejala GERD.
Gejala GERD Sangat Beragam
Dr. Sri mengatakan bahwa gejala GERD pada anak bersifat sangat beragam dan tidak semua di antaranya khas, sehingga sering mirip dengan kondisi medis lainnya.
Beberapa gejala yang bisa timbul diantaranya posisi tubuh membungkuk seperti dalam sindrom Sandifer, anak menjadi gelisah, enggan mengonsumsi makanan, kerusakan email gigi, muntah sampai dengan muntah darah, rasa sakit di dada, nyeri pada bagian atas perut, serta gangguan sistem pernafasan seperti asma yang sulit sembuh, infeksi paru-paru berulang, batuk kronis, dan kesulitan bernapas.
"Segalanya mungkin menjadi bentuk nyata dari GERD. Sayangnya, gejala-gejalanya bersifat umum dan bukan hanya terjadi pada GERD," tutup Dr. Sri.
Post a Comment